STOK Bina Guna merupakan salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia yang didirikan pada tahun 1976 berdasarkan Surat Keputusan Nomor 2420/DT/2006 tertanggal 03 Juli 2006. Perguruan tinggi ini berlokasi di Jalan Aluminium Raya No. 77, Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Provinsi Sumatera Utara.

     Program Studi Ilmu Keolahragaan STOK Bina Guna didirikan pada tahun 2020 berdasarkan Surat Keputusan Nomor 59378/A5/HK/2020. Saat ini, program studi tersebut didukung oleh 6 orang dosen tetap dan 1 orang dosen tidak tetap yang sesuai dengan bidang keilmuan.

     Dalam mendukung proses pembelajaran, Program Studi Ilmu Keolahragaan STOK Bina Guna memiliki berbagai sarana dan prasarana yang memadai, antara lain 10 ruang kelas, perpustakaan dengan koleksi buku teks, jurnal, prosiding, dan majalah ilmiah, serta laboratorium pendukung pembelajaran. Selain itu, tersedia pula berbagai fasilitas penunjang lainnya seperti ruang program studi, ruang dosen, ruang pimpinan, ruang rapat, ruang bendahara, klinik kesehatan, ruang BEM, balai penelitian, balai pengabdian kepada masyarakat, ruang Biro Adminstrasi Akademik dan Kemahasiswaan, ruang Biro Administrasi Umum dan Keuangan, aula, dan ruang konseling yang tertata dengan baik.

     Sebagai bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dosen secara aktif melaksanakan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan melibatkan mahasiswa, didukung oleh pendanaan mandiri, institusi, maupun dari lembaga DIKTI.

     Dalam upaya meningkatkan mutu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dosen dan mahasiswa mengikuti berbagai pelatihan, khususnya dalam penulisan proposal penelitian dan pengabdian. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan luaran penelitian yang berkualitas dan berorientasi pada inovasi serta pemecahan masalah, seperti publikasi pada jurnal ilmiah dan perolehan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

     Program Studi Ilmu Keolahragaan STOK Bina Guna juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas luaran penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kerja sama. Upaya tersebut dilakukan melalui dorongan publikasi pada jurnal nasional terakreditasi dan internasional, pengajuan HKI, pengembangan model pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kualitas pembelajaran. Selain itu, kerja sama terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi, baik di dalam maupun luar negeri, guna memperluas jaringan dan meningkatkan kualitas penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.